Sabtu, 24 Maret 2012

BEBERAPA TERJEMAHAN SUNNAH RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM

BEBERAPA TERJEMAHAN SUNNAH RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM

”Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah denagan melakukan bekam ”. (Shahih HR Abu Dawud No 3857, Ibnu Majah No. 3476, Al-Hakim No IV/410, dan Ahmad II/342, dari Abu Hurairah RA. Lihat Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah No 760)
” Sebaik-baik pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam ” (Shahih HR Ahmad V/9, 15, 19 dan Al-Hakim IV/208 dari Samurah RA. Lihat Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah No 1053)
” Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : ” Barang siapa yang ingin berbekam, hendaklah pada tanggal 17, 19, 21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit ” (Shahih HR Abu Dawud No 3861, Al-Hakim IV/210, dan Al-Baihaqi X/340 dari Abu Hurairah RA. Lihat Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah No 622)
Ibnu ’Abbas RA berkata : ” Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke-17, hari ke-19, hari ke-21 (bulan Hijriyyah)”. (Sunan At-Tirmidzi No 2053)
”Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu : dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang umatku melakukan pengobatan dengan besi panas ”. (Shahih HR Al-Bukhari No 5681. lihat Bab ” Beberapa manfaat madu” dalam zaadul ma’aad IV/50-62).
“Dari Salma, seorang pelayan Rasulullah bercerita, “Tidak seorangpun mengadukan rasa sakit di kepalanya kepada Rasulullah, melainkan beliau mengatakan, “Hijamah/Berbekamlah !”
“Abu Ubaid menuliskan dalam kitabnya “Garibul Hadits” melalui sanad Abdurahman bin Abi Laila, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam melakukan Hijamah/Bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika kena sihir”.
“Allah mewajibkan Shaum Ramadhan untuk membersihkan rohani dan Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menyunahkan Hijamah/Bekam untuk membersihkan jasad” (Mutafaqun ‘alaih).
“Kalau dalam suatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah Hijamah/Bekam” (HR. Abu Daud).
“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara : Minum madu, sayatan Hijamah/Bekam dan sedutan api, namun aku melarang umatku melakukan sedutan api” (HR. Bukhari).
“Hijamah/Berbekam itu berguna untuk mengobati setiap penyakit, ingatlah, sebab itu Berbekamlah kamu”(HR. Dailami).
“Berobat itu dengan Hijamah/Bekam” (HR. Ibnu Abbas ra.).
“Berbekam/Hijamah dapat menyembuhkan dan mencegah 72 macam penyakit” (HR. Bukhari). 
“Hijamah/Bekam itu membuang darah kotor dan rusak, meringankan tubuh dan menajamkan penglihatan” (HR. Tirmidzi).
“Dari Annas bin Malik, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, ”Sesungguhnya cara pengobatan yang paling baik yang kalian lakukan adalah Hijamah/Bekam”.
” Barang siapa Hijamah/Bekam pada 17, 19, atau 21 tiap bulan Hijriah maka, itu adalah hari-hari berbekam yang menyembuhkan segala penyakit” (HR. Abu Hurairah ra).
“Dari Ibnu Abbas bahwasanya, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Berbekam/Hijamah padahal la muhrim (dalam Ihram, sedang berhaji) dan berbekam padahal la Saum” (HR. Bukhari).
“Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah bersabda : “Sebaik-baiknya hamba adalah Juru Hijamah/Bekam, ia membuang darah kotor/rusak, meringankan tulang rusuk, dan menajamkan penglihatan”.
“Barang siapa yang makan 7 butir Kurma ‘Ajwa di pagi hari, pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun ataupun sihir” (HR. Bukhari-Muslim).
“Dalam Habbatussauda’ terkandung kesembuhan untuk segala macam penyakit, kecuali kematian” (Mutafaqun ‘alaih).
“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan menjadikan
untuk kamu bahwa setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram” (HR. Abu Daud dari Abi Darda ra.).
“Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan dengan sesuatu yang la (Allah) haramkan” (HR. Bukhari).
“Setiap penyakit ada obatnya, apa bila tepat obatnya, maka sebuhlah penyakitnya karena izin Allah azza wajalla” (HR. Muslim).
“Jika Allah menguji hambaNya yang muslim dengan musibah pada tubuhnya, maka Dia (Allah) berfirman kepada malaikat, “Tulislah baginya pahala kebaikan amal yang dia lakukan”. Jika Allah menyembuhkannya, maka Dia (Allah) mencucinya dan membersihkannya”. “Jika Allah mencabut nyawanya, maka Dia (Allah) mengampuni dosa dan merahmatinya.” (HR. Bukhari-Muslim).